Oleh : Angga Kusuma Dawami ‘Kau tau bagaimana rasanya memiliki cinta yang lebih kepada seseorang dan orang yang kau cinta datang, memberimu ...
Oleh : Angga Kusuma Dawami
‘Kau tau bagaimana rasanya memiliki cinta yang lebih kepada seseorang dan orang yang kau cinta datang, memberimu sebuah ciuman hangat sebagai tanda selamat pagi. Kemudian kau hidup bersama dengannya untuk sekian dan sekian tahun. Menyenangkan bukan? Tetiba semua pekat. Hitam.’
Aku masih di kamar ternyata. Akhirnya aku terbangun dari mimpi itu, ketika aku sadar ternyata aku terjatuh dari tempat tidurku yang nyaman. Melihat sekelilingku, aku mengenali benda itu. Laptop perjuanganku ternyata masih hidup dengan tampilan terdepannya. BAB II – Tinjauan Teori.
“Ternyata aku masih sampai di sini,” batinku. Beberapa waktu lalu sebelum tertidur, aku mengerjakan BAB II skripsi yang sudah berlarut-larut tidak kukerjakan. Entah apa motivasikuuntuk tidak mengerjakannya. Aku hanya ingin menikmati kehidupan saja. Beberapa hari lalu aku membaca sesuatu dari koran kampus tentang bagaimana pengelompokan mahasiswa sesuai dengan arahan dosen yang mengajarkan tentang masa lalu mahasiswanya. Aku tidak terkejut dari empat tipe itu. Kupu-kupu, Kura-kura, dan… ah, yang satunya aku tidak mengingatnya. Jelasnya, aku berada di antara mahasiswa yang suka rapat, kegiatan, gak pulang. Haha. Menyenangkan seperti itu.
Jariku mulai membuka laptop, memasukkan password paling rahasia. “R A K A N D A N I”. Oke sip. Masuk. Aku terpatung lama dilaptopku. Memikirkan sesuatu. Ya, pikiran seperti inilah yang banyak menghambat skripsi mengalir dengan semestinya. Akhirnya menjadi sebuah hal yang berlarut-larut sampai ada orang yang menanyakan, “Hei bero, sekeripsimu nyampebab berapa?”
Itu pertanyaan terlarang. Lupakan. Itu haram untuk diucapkan kepada mereka yang sedang skripsi. Apalagi ditambah, “Undangan nikahanmu belum sampai tempatku hlo,” sambil berlalu. Percayalah, dua pertanyaan ini membuat seluruh semangat untuk mengerjakan skripsi dan menjalani kehidupan sebagai.. mahasiswa tingkat you know-lah, akan semakin lebih berat. Cobalah bertanya, “Apa yang bisa aku bantu untuk skripsimu?” Itu melegakan.
Aku berpikir untuk menjadi bagian dari mimpi. Beberapa tahun yang lalu, mimpiku tertulis rapi di dinding deretan impian. Tidak tanggung-tanggung 156 mimpi atau lebih tepatnya sebuah hal yang dinamakan TARGET. Dan salah satunya, IP Cumlaude. Walau sampai hari ini, itu masih jauh dari harapan. Jalan satu-satunya untuk mendapatkan IP kumlot adalah dengan mendaftar untuk masuk kuliah dari awal dan memulai segalanya dari awal.
Bukannya itu bakal banyak memakan waktu, memakan biaya yang tidak sedikit. Memang. Tapi itu satu-satunya cara untuk mendapatkan nilai kumlot. Maka dari itu, gunakanlah waktu-waktu kuliahmu dengan sebaik-baiknya. Nilai yang digadang-gadang akan berpeluang lebih tinggi mendapatkan prestasi dibanding dengan mereka yang tidak kumlot. Ah, itu semua hanya perkataan orang yang tidak pernah merasakan kuliah. Bener?
Kuliah itu bukan hanya urusan nilai, tapi juga urusan mengelola diri untuk siap terjun ke masyarakat. Biasanya dalam seminar-seminar motivasi ada perkataan seperti ini, “Indonesia itu uda terlalu banyak sarjana yang nganggur, maka ketika Anda lulus, pastikan Anda tidak termasuk dari salah satu sarjana nganggurnya. Bekerjalah mulai sekarang, di bintang satu Anda bisa memulai bisnis ini dan akhirnya nanti di bintang tujuh Anda akan mendapatkan kapal pesiar. Coba bayangkan, orang tua Anda seneng nggak? Seneng. Anaknya kaya waktu kuliah.” Sampai benar-benar hafal karena terlalu sering di presentasi oleh orang-orang macam itu. Tapi aku selalu suka mereka hlo, ada mbak-mbaknya yang cantik sih. #eh. Lupakan yang belakang. Intinya, kalau mau memang hebat dalam kuliah, jadilah BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN. Apapun itu, harus yang baik-baik hlo ya. Jangan seperti beli miras atau rokok.
Bermanfaat bagi orang lain, nggak harus butuh IP 4.00. Bermanfaat bagi orang lain, nggak harus kamu ketua HMJ. Bermanfaat bagi orang lain, nggakharus butuh punya pacar. Bermanfaat bagi orang lain, nggak harus butuh tanda tangan dekan. Bermanfaat bagi orang adalah ketika kau mendapatkan senyuman terhangatnya ketika dia bisa terbantu oleh bantuan kita. Menyenangkan.
Buat teman-teman yang memiliki kemampuan yang lebih, kalian bisa membantu orang lain walau hanya sekedar menyingkirkan batu di jalan. Karena menjadi bermanfaat bagi orang lain, dengan tidak meminta imbalan balasan, kemudian melihat senyum bahagia mereka itulah yang memberikan semangat hidup untuk tetap menjadi mahasiswa yang benar-benar mahasiswa. Lulus gak dapet kerjaan bisa bantu orang lain. Buat kandang ayam, ternak bebek. Apapun itu, suatu saat kaupun juga akan merasakan ingin memiliki orang lain yang juga baik terhadapmu.
MIMPI
Bayangkan saja, kemudian ada wanita yang sering memberimu semangat. Ketika bangun kau disambut senyumnya yang menawan. Kemudian disiapkan sarapan pagi, dan melihatnya tersenyum. Kemudian menghangat untuk sarapan pagi. Dan tetiba anak-anakmu datang menghampiri dan memanggilmu, “Ayah, selamat pagi…”
Semua orang menginginkan itu. Tanyakan saja kepada setiap lelaki. Tapi, apakah dengan kuliah nilai sempurna? Tidak. Perlu mengelola emosi ketika putus, ketika tidak ada teman yang membantu, ketika mendapatkan remidi ujian, ketika kita kehilangan file di laptop. Itu yang tidak semua orang punya. Tapi ketika kau terpuruk, lihatlah mimpimu kembali. Dan kau akan menemukan sesuatu yang biasa didefinisikan sebagai… Harapan.
Keadaanmu boleh terpuruk. Skripsimu boleh molor. Tapi harapan untuk melihat kedua orang tuamu tersenyum ketika kau memakai baju toga dengan sederet prestasi karena bermanfaat terhadap orang lain serta kehidupan kedepan yang terbayangkan bersama istri. Itulah yang akhirnya menjadikan semangat kembali untuk terus berjuang.
Jadilah bermanfaat, kawan. Ikutlah organisasi yang memang kalian minati, jangan hanya kuliah-pulang. Jangan hanya fokus terhadap nilai mata kuliah, tapi nilai menghargai orang lain, nilai membantu orang lain, nilai untuk terus bermanfaat kepada masyarakat banyak, dan nilai-nilai yang tidak bisa didapatkan dari bangku kuliah lainnya. Percayalah, ketika hari ini kalian merasa jadwal yang sudah direncanakan banyak yang meleset gara-gara organisasi, maka suatu saat kalian akan merasakan indahnya ketidakteraturan jadwal itu ketika kalian menghadapi hidup. Kuliah bukan hanya sebuah kehidupan, kuliah adalah pembelajaran untuk menjadi seorang pembelajar kehidupan yang baik dan benar.
“Woi! BAB II, BAB II.. “ aku terbahak ketika ketikan ini menjadi sebuah tulisan. Selamat menjalani kehidupan.
COMMENTS