Ahmad Romdon, salah satu pembicara dalam Diskusi Publik menyampaikan materi diskusi di Ruang 307 Gedung 1 FSSR UNS, Selasa (1/4). Reporte...
![]() |
| Ahmad Romdon, salah satu pembicara dalam Diskusi Publik menyampaikan materi diskusi di Ruang 307 Gedung 1 FSSR UNS, Selasa (1/4). |
Diskusi Publik FSSR: Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu, Perlukah?
Tuntas sudah misi Dewan Mahasiswa (DEMA) FSSR, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FSSR dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kalpadruma, mensosialisasikan pemilu legislatif kepada para pemilih pemula. Lebih dari 50 peserta yang hadir telah mendapatkan wawasan mengenai pemilu dan demokrasi. Diawali dengan materi yang disampaikan oleh Nurul Sutarti, selaku perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Surakarta, mengenai teknis pencoblosan, para peserta digodok agar mengetahui informasi yang berharga. Dilanjutkandengan pembicara kedua, Ahmad Romdon selaku dosen dari jurusan Sosiologi FISIP UNS menjelaskan konsep demokrasi di Indonesia secara gamblang dari masa ke masa.
“Kita sudah menjawab judul dari acara ini. Menggunakan hak pilih dalam pemilu, perlukah? Saya rasa jawabannya perlu,” lontar Nurul dengan tegas. Ia berharap setelah diskusi dilaksanakan, paling tidak peserta diskusi dapat menggunakan hak pilih dengan cerdas. Selain itu peserta diskusi memiliki bekal mengenai cara mencoblos dan bisa mensosialisasikan kembali kepada masyarakat.
Pemateri kedua, Ahmad Romdon juga menambahkan harapannya. “Harapan saya semoga mahasiswa mau terlibat atas banyak hal, bukan pada momentum pemilu saja,” ucapnya. Bukan hanya para pemateri, peserta pun turut mengungkapkan komentarnya, salah satunya Mustofa, mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah. “Acaranya sukses, berjalan dengan baik. Jadi lebih tahu tentang peristiwa politik dan lebih bisa peduli lagi dengan politik,” pungkasnya.[]

COMMENTS