Febrian A Ruddyard (kiri), Direktur Timur Tengah Kemenlu RI menjelaskan materi dalam Stadium Generale di Ruang Seminar FSSR, Selasa (29/4) ....
| Febrian A Ruddyard (kiri), Direktur Timur Tengah Kemenlu RI menjelaskan materi dalam Stadium Generale di Ruang Seminar FSSR, Selasa (29/4). |
Penulis: Yusuf Canarisla
Reporter: Nadya Pramitha
Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, Selasa kemarin (29/4/2014), mengadakan Stadium Generale yang dilaksanakan di Ruang Seminar FSSR UNS. Acara tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Direktorat Timur Tengah Kemenlu RI dengan FSSR khususnya Jurusan Sastra Arab. Namun demikian, peserta yang hadir bukan hanya mahasiswa Jurusan Sastra Arab, melainkan juga mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UNS.
Stadium generale yang bertema Perkembangan Kebijakan Politik Luar Negeri RI di Kawasan Timur Tengah ini langsung dijelaskan oleh Direktur Timur Tengah Kemenlu RI, Febrian A Ruddyard. Dalam penjelasannya, ia menerangkan masalah-masalah aktual yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah dan bagaimana reaksi pemerintah Indonesia dalam menyikapinya.
Salah satunya adalah masalah demokrasi di Negara Mesir. Kebijakan politik luar negeri yang diambil oleh pemerintah Indonesia adalah dengan menawarkan saran mengenai sistem pemerintahan dan demokrasi melalui orang-orang Indonesia yang ahli dalam bidang tersebut. “Kita kirim tujuh orang ke sana, di antaranya Amien Rais dan Hassan Wirajuda,” ujar Febrian.
Muhammad Farchan Mujahidin selaku Ketua Jurusan Sastra Arab FSSR UNS menanggapi positif acara ini. Menurutnya, isu yang diterangkan dalam acara tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa karena sesuai dengan bidang yang ada di Sastra Arab yaitu bidang Kajian Timur Tengah.
Meskipun hanya berlangsung sekitar dua jam, tapi tanggapan mahasiswa terhadap Stadium Generale ini cukup besar. “Animo mahasiswa cukup membludag, tapi kita tak bisa menampungnya karena keterbatasan ruang,” tutur Farchan.[]
COMMENTS