Salah satu penampilan teater dalam pagelaran seni bertema "Kukenang Wajahmu" W.S. Rendra di Argo Budoyo, Sabtu (20/9). Reporter ...
![]() |
| Salah satu penampilan teater dalam pagelaran seni bertema "Kukenang Wajahmu" W.S. Rendra di Argo Budoyo, Sabtu (20/9). |
Reporter : Rizky Amalia Isnawati
Penulis : Sofia Naim
UNS – Himpunan mahasiswa jurusan Sastra Indonesia UNS yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Sastra Indonesia (Kemasindo) menggelar pagelaran seni pada Sabtu (20/9). Pagelaran seni tersebut menampilkan pertunjukan teater dan pembacaan puisi dengan tema “Kukenang Wajahmu”. Acara yang berlangsung di Argo Budoyo UNS tersebut bertujuan untuk mengenang sastrawan Indonesia, W.S. Rendra melalui karya-karyanya.
Panitia mengahadirkan sepuluh penampil untuk memeriahkan acara. Antusiasme penonton dalam acara sangat tinggi. Tempat duduk yang tersedia sesak dipadati para penonton. Hal tersebut diakui Firman Sulistyo selaku ketua panitia. “Antusiasme penonton ramai banget. Saya nggak nyangka bakal seramai ini. Sampai membludak sampai nggelar tiker dan karpet di bawah tadi.”
Meski antusiasme penonton tergolong tinggi, masih terdapat beberapa kendala dalam acara pagelaran seni ini. Dana dan kurangnya anggota yang menangani di balik layar menjadi kendala yang cukup berarti. Namun, kendala tersebut tidak menjadi halang rintang yang berarti. Acara yang berakhir hingga larut malam tersebut tetap mendapat respon positif dari para penonton dan penampil. Berbagai alasan diutarakan untuk mau berpartisipasi dalam acara tersebut.
Kinanti dari Teater Ciman sebagai salah satu penampil menuturkan persiapan yang dilakukan untuk pementasan hanya dilakukan selama satu bulan. Rasa suka terhadap puisi-puisi Rendralah yang menjadi alasan mengapa pihaknya tertarik untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. “Ya apa ya suka aja sih sama puisi-puisinya W.S. Rendra,” ungkapnya. Rasa kagum terhadap W.S. Rendra juga menjadi alasan Rizal dari Teater Delik untuk mau berpartisipasi dalam acara tersebut.
Sebagai penonton, Rona Qurrota Ayun salah satu mahasiswa Sastra Indonesia 2014 merasa terhibur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia berharap agar acara seperti itu dapat rutin diselenggarakan. “Kalau bisa bahkan beberapa bulan sekali biar banyak yang mengenal seni-seni sastrawan atau penyair generasi dulu,” tambahnya.[]

COMMENTS