(Ki-Ka) Bayun Marsiwi, Zahra Zulfi Khoirunisa, Dimas Suroaji, Agustina Kusuma Wardhani capres dan cawapres BEM FSSR Reporter: Kukuh Subekti ...
(Ki-Ka) Bayun Marsiwi, Zahra Zulfi Khoirunisa, Dimas Suroaji, Agustina Kusuma Wardhani capres dan cawapres BEM FSSR
Reporter: Kukuh Subekti
Penulis: Alieza Nurulita
Debat calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) BEM Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS (29/08) terkesan berlangsung monoton karena hanya dihadiri 51 peserta. Acara yang bertempat di ruang seminar gedung III FSSR UNS dibuka oleh Pembantu Dekan III FSSR, Soepono Sasongko.
Dalam sambutannya, Soepono merasa bahagia dengan adanya debat capres-cawapres. “Saya mewakili organisasi maupun pribadi sangat bangga dengan adanya debat capres ini, suatu kemajuan di FSSR.” Ia juga berharap dalam akhir sambutannya, agar tercipta kader kepemimpinan yang menjalankan demokrasi lebih baik lagi.
Tidak seperti debat biasanya, acara debat kali ini tidak banyak dihiasi dengan sentilan-sentilan yang menjatuhkan antarcalonnya. Bahkan, acara tersebut lebih terkesan seperti diskusi bukan debat.
Ketika ditanya pendapatnya, capres-cawapres pasangan pertama Bayun Marsiwi dan Zahra Zulfi Khoirunisa, mengungkapkan visinya untuk bisa melayani mahasiswa dan menjadi eksekutor yang baik. Sedangkan pasangan nomor urut dua, Dimas Suroaji dan Agustina Kusuma Wardhani berharap untuk dapat menjadikan BEM lebih aspiratif, tidak hanya menjadi eksekutor saja.
Dalam acara tersebut, panelis yang hadir merupakan aktivis-aktivis mahasiswa, seperti Trirossita Intan Pertiwi selaku ketua Dema, Wahyu Ardianti Woroseto selaku presiden BEM, Susakti Radya sebagai perwakilan UKM dan yang terakhir Vicky Verry sebagai pembawa acara.

COMMENTS